Mengelola Arus Kas (Cashflow) Ala Investor

Untuk mengerti mengenai arus kas (cashflow), bayangkan ada sebuah silinder yang bagian bawahnya penuh dengan lubang. Lalu seseorang berusaha menuangkan air ke dalam silinder tersebut. Berapa banyakah air yang tumpah keluar? Seberapa cepat airnya habis? Melalui lubang manakah air keluar paling banyak?
Dalam analagi diatas, “silinder” adalah Anda. Sementara “air” adalah uang. Seseorang menyerahkan sejumlah uang kepada Anda, katakanlah satu juta rupiah yang merupakan gaji Anda untuk bulan ini. Berapa besar jumlah yang akan Anda belanjakan? Seberapa cepat uang tersebut habis? Untuk keperluan apa sajakah Anda menggunakan uang tersebut?
Untuk awalnya, pendapatan yang diterima dari asset nilainya kecil, mungkin tidak ada artinya jika dibandingkan dengan angka pendapatan utamanya. Namun seorang investor percaya, bahwa dengan secara terus menerus menyisihkan uangnya untuk membeli asset, maka nilai asset miliknya akan semakin membesar. Dan sebagai imbalannya, asset akan menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi bagi investor.
Pada suatu saat, nilai pendapatan yang diterima dari asset jumlahnya akan sama atau melebihi nilai pendapatan utama. Dan pada saat hal ini terjadi, investor sudah tidak tergantung pada pekerjaan utamanya lagi. Investor boleh memilih, apakah dia ingin berhenti bekerja dan membiarkan asset-assetnya membiayai hidupnya? Atau dia tetap bekerja dan dapat berbelanja lebih banyak dari rekan-rekannya?
Sumber : search google dan artikel untuk kepentingan pengetahuan umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih karena sudah memberikan kritik maupun saran ...Sukses buat anda.